Parkir Puluhan Kilometer di Jalur Pantura

VIVAnews – Dua hari menjelang Lebaran, arus mudik terus meningkat. Kemacetan mulai menyergap di jalur pantai utara (Pantura) dan jalur selatan Jawa.


Dari pantauan VIVAnews di lapangan, sejumlah titik kemacetan terlihat di sejumlah ruas. Bahkan, antrean panjang hingga beberapa kilometer terjadi di beberapa titik seperti di pintu tol Cileunyi dan Cikampek.

Di pintu keluar tol Cikampek, kemacetan sudah mulai terjadi sejak Selasa malam, 7 September 2010. Pada Rabu, arus lalu lintas menuju Pantura, Jawa Barat semakin padat. Informasi Jasa Marga menyebutkan kemacetan mencapai 3 kilometer.

Di jalur tengah seperti Subang kemacetan hingga 8 Km. Di pintu Tol Cileunyi, Jawa Barat kemacetan sangat panjang, bahkan hingga 10 kilometer. “Macet banget, saya sudah menunggu dua jam,” ujar Dery, seorang pemudik yang tengah antre di Pintu Tol Cileunyi.

Saking padatnya jalur pantura, Polisi mulai mengalihkan arus kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju pantura. Selepas gerbang tol Cikampek, polisi menutup jalan ke arah Pantura pada Rabu pagi. Akibatnya, para pemudik membelokkan kendaraan ke kanan menuju jalur alternatif arah Subang.

Kemacetan dan kepadatan lalu lintas di jalur Pantura selalu berulang saat mudik Lebaran. Apalagi, jumlah pemudik terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini saja, jumlah pemudik diperkirakan meningkat 6,35 persen menjadi 15,5 juta orang untuk semua moda transportasi.

Dari jumlah itu, yang mudik dengan mobil pribadi sebanyak 1,37 juta orang. Bahkan, jumlah pemudik dengan sepeda motor adalah yang terbesar, yakni mencapai 3,6 juta orang.

“Ini memang luar biasa. Tidak ada perpindahan orang sebanyak itu dalam waktu singkat,” ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta.

Kemacetan bukan hanya disebabkan oleh arus lalu lintas yang tiba-tiba melonjak tajam. Namun, kemacetan juga dipicu oleh kondisi jalan yang dilalui kendaraan. Setidaknya, Kementerian Pekerjaan Umum mencatat ada 78 titik yang rawan kemacetan. Beberapa di antaranya adalah Merak, Nagreg, Cikampek dan Pejagan.

“Titik kemacetan itu pasti terjadi di persimpangan jalan dan pasar tumpah,” kata dia. Bahkan, di jalur Nagreg yang dikenal sebagai biangnya macet mudik Lebaran disebabkan oleh tiga hambatan, yaitu simpang kereta api, tanjakan dengan kemiringan di atas 18 derajat, serta cuma ada dua jalur.”

Sebagai antisipasi kemacetan tersebut, pemerintah telah melakukan sejumlah persiapan sejak beberapa pekan lalu. Menurut Dirjen Bina Marga, Kementerian PU, Djoko Murjanto, pihaknya telah melakukan sejumlah hal guna mengurangi kemacetan.

Misalnya, di Nagreg, PU menyatakan jalur alternatif lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, telah siap digunakan bagi pemudik. Jalur Nagreg akan dibuka pekan ini dengan dua jalur dari empat jalur yang direncanakan selesai pada 2012. “Jalur lingkar Nagreg ini berfungsi untuk melerai kemacetan yang signifikan.”

Untuk tol Palimanan-Pejagan, di pintu keluar tol Penjagan akan dilakukan buka-tutup oleh kepolisian. Pemudik akan diarahkan melalui Ketanggungan-Selawi. Jika lalu lintas padat karena hanya dua jalur, polisi akan mengarahkan pemudik ke jalur Palagan-Brebes.

Memasuki Jawa Tengah, kondisi jalan tidak ada masalah walaupun hanya dua lajur. Sebab, arus kendaraan pemudik akan terpecah setelah melalui Cirebon, yakni terbagi ke Losari dan Semarang. “Semua jalan telah memenuhi standar lebar tujuh meter, ini cukup menampung arus mudik,” ujar Djoko.

Begitupun dengan Kementerian Perhubungan. Menurut Dirjen Perhubungan Darat, Suroyo Alimoeso mengatakan infrastruktur maupun sarana jalan sudah disiapkan secara baik oleh pemerintah. “Kami harapkan pemudik tinggal memperhatikan dan mematuhi aturan yang ada agar mudiknya lancar. Jangan ugal-ugalan, ikutin rambu-rambu yang ada,” ujarnya.

Untuk memantau arus mudik 2010, Kementerian Perhubungan memasang sekitar 22 close circuit television (CCTV) di berbagai lokasi, seperti di Padalarang, Kadipaten, Patrol, Nagrek, Pintu Tol Merak, Terminal Merak, Pintu Tol Cikampek dan Kanci. Seian itu, dipasang Global Positioning System (GPS) di delapan PO Bus untuk mengantisipasi kecelakaan bus.

Jasa Marga juga memasang 153 kamera yang tersebar di jalan tol di Medan, Surabaya, Semarang, Cikampek dan tol dalam kota Jakarta. Pemudik bisa mengetahui situasi jalan tol terkini lewat bantuan kamera.

Kepolisian Republik Indonesia menyiapkan 2.592 pos pengamanan, termasuk di tempat-tempat yang rawan kecelakaan dan tindak kejahatan. “Kami juga tempatkan satuan Brimob di wilayah yang punya kerawanan tinggi,” kata Deops Kapolri, Irjen Pol Sunarko beberapa waktu lalu.

Walaupun semua sudah dipersiapkan, bahkan infrastruktur sudah 99 persen, kemacetan tidak bisa dihindari. Apalagi, H-2 merupakan titik puncak arus mudik. “Saya mengimbau agar pemudik lebih disiplin. Pemudik pasti sampai, tetapi pasti berjalan dengan lambat. Sebab, infrastruktur secanggih apapun pasti tetap akan macet,” ujar Djoko.

Iklan

Perihal ariefk77
Menyukai Hal-hal yang berbau rintangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: